Dari Vonis Weight Faltering Hingga Lulus ASI Eksklusif 6 Bulan

Ini adalah reminder bagi para ibu: ASI seret itu selalu bisa diperjuangkan! Anakku berhasil ASI eksklusif 6 bulan, padahal di usia 1 bulan ia sempat didiagnosa weight faltering dan memiliki potensi stunting. Waktu itu, hatiku rasanya benar-benar hancur dan merasa menjadi ibu paling gagal.

Alhamdulillah, aku ditangani oleh DSA (Dokter Spesialis Anak) yang sangat pro-ASI. Alih-alih terburu-buru menyuruh tambahan sufor, beliau menanyakan hal yang menampar sekaligus mengubah hidupku: "Manajemen laktasinya bagaimana, Mam?" Aku baru sadar, ternyata penyebab utamanya adalah aku yang belum belajar manajemen laktasi dengan benar.

Di bulan pertama, berat badan anakku cuma naik 400 gram. DSA kemudian memberikan target: harus naik 500 gram dalam 2 minggu. Jika gagal, kami baru akan mendiskusikan opsi suplementasi sufor. Jujur saja, saat 2 minggu berlalu aku belum siap mental untuk mengecek timbangan. Sebagai gantinya, aku memantau ketat tanda-tanda kecukupan ASI hariannya dan mengevaluasi progress pumping-ku.

Aku tidak mengonsumsi ASI booster apa pun! Kuncinya benar-benar murni memperbaiki praktik menyusui:

→Memperbaiki posisi pelekatan agar bayi bisa menghisap efektif.

→Mengandalkan Direct Breastfeeding (DBF) penuh untuk pengosongan payudara secara optimal.

→Menerapkan manajemen pumping dengan benar (memompa hanya difungsikan untuk mempercepat proses stimulasi).

Berkat konsistensi mempraktikkan manajemen laktasi tersebut, hasil yang didapat sungguh di luar dugaan. Memasuki minggu ke-3, aku memberanikan diri mengecek berat badannya. Hasilnya, anakku naik hingga 1,2 kg! 🥺❤️ Semangat untuk para ibu yang sedang berjuang, jangan patah semangat untuk terus belajar ilmunya!

Kontak

Kami dapat melayani anda melalui WhatsApp, hubungi +6285159457790

© 2026 Pahamasi. All rights reserved.